Home / Tabayun / Menjawab Tuduhan Dul Shomad Syiah Takbir Tiga Kali Karena Mengutuk Sahabat

Menjawab Tuduhan Dul Shomad Syiah Takbir Tiga Kali Karena Mengutuk Sahabat

Seluruh Marja dan Fuqaha sepakat bahwa tiga (3) takbir setelah salam dalam shalat Syiah adalah hal sunnah, bukan termasuk rukun shalat dan bukan bagian dari shalat.

Imam Ali as berkata,
فإذا سلمت رفعت یدیك وكبرت ثلاثا
“Jika engkau telah mengucapkan salam, maka angkat tanganmu dan bertakbirlah tiga kali.”
( Man la Yahdhurul Faqih, Juz.1, Hal.320)

Hukumnya mustahab (Sunnah) adalah kesepakatan ulama seperti yang dikatakan Faqih terkemuka, Ibn Idris Al-Hilli dalam kitabnya, Al-Sarair:

ویستحب بعد التسلیم والخروج من الصلاة أن یكبر وهو جالس ثلاث تكبیرات
“Disunahkan setelah salam dan keluar dari shalat untuk bertakbir tiga kali dalam keadaan duduk.”
(Sarair, Ibn idris Al-Hilli hal.232)

Karena 3 takbir hukumnya sunnah, maka pelaku shalat boleh melakukannya boleh tidak. Perlu dicatat, bahwa 3 takbir tersebut bukan bagian dari shalat karena dilakukan setelah salam. (Diluar Shalat)

Asbab nuzul Tiga Takbir

Kenapa para pengikut Ahlul Bayt as melakukan 3 takbir setelah shalat? Apakah 3 takbir itu adalah metode laknat dan caci maki kepada para sahabat seperti, Khalifah Abu Bakar, Umar dan Usman sebagaimana dituduhkan oleh sebagian orang?

Untuk menjawabnya, kita harus melihat filosofis dan asbab nuzul perkara tersebut langsung dari Imam-imam Syiah.
Salah seorang murid Imam Jakfar Shadiq as bertanya kepada beliau sebab para pengikut Ahlul Bayt as melakukan tiga takbir setelah salam. Imam Jakfar as menjawab, “ Sebab kami melakukan hal tersebut adalah ketika Rasulullah saww menaklukan kota Mekah (Fathu Makkah) beliau saww bersama seluruh sahabatnya melakukan shalat Dhuhur dan Ashar didekat hajar aswad. Setelah salam, beliau saww melakukan takbir tiga kali (Tanda kemenangan kaum muslimin) dan membaca, (Doa kemenangan Islam atau dikenal dengan doa wahdah)
لا اله الا الله وحده وحده انجز وعده و نصر عبده و اعز جنده و هزم الاحزاب وحده فله الملک و له الحمد یحیی و یمیت و هو علی کل شیء قدیر
Untuk itu kami setelah shalat melakukan tiga takbir, doa dan sujud syukur untuk kekuatan Islam dan kaum muslimin. (Washail Syiah, Juz. 4 hal.14 hadis no.1030)

Imam Shadiq as menjelaskan dengan lantang bahwa tiga takbir tersebut adalah sunnah Rasulullah saww setelah penaklukan kota Mekkah dan kaum Syiah melakukan hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur dan meminta kepada Allah swt untuk kekuatan Islam dan kaum muslimin.

Ulama lain mengatakan bahwa takbir 3 kali dan membaca doa wahdah setelah salam dalam rangka menyatukan kaum muslimin dalam kalimat tauhid agar tidak tercerai berai. Tidak ada Sunni-Syiah atau kelompok tertentu, melainkan yang adalah hanyalah persatuan dan kesatuan dalam payung Islam.

Rahasia dibalik tiga (3) takbir setelah salam

Imam Khomeini qs menjelaskan bahwa tiga takbir setelah salam adalah pengakuan seorang hamba atas tiga bentuk tauhid, Tauhid perbuatan, Tauhid Sifat dan Tauhid Dzat. (Iqtibas azad va adab namaz, Imam Khomeini hal.377)

Adapun jika ada orang mengatakan bahwa tiga (3) takbir setelah salam adalah bentuk cacian dan makian orang Syiah terhadap Abu Bakar, Umar dan Usman, maka itu adalah kebohongan dan fitnahan nyata atas mazhab Ahlul Bayt as.
Terlebih pembawa fitnah adalah seorang ulama dan ustadz yang efeknya tidak saja mencederai persatuan, bahkan bisa mengobarkan api perpecahan dan pembunuhan.

Semua perkataan dan klaim akan dipertanyakan kelak dihadapan Allah swt. Untuk itu, bersiap-siaplah mempertanggung jawabkan segala fitnahan dan dusta yang dinisbahkan kepada mazhab terbesar kedua setelah Ahlu Sunnah wal Jamaah dihari kiamat kelak dihadapan seluruh manusia.

Hari dimana tidak ada yang bisa menolong, kecuali amal perbuatan kita.

Hari dimana saudara, anak dan orang tua akan melarikan diri dari kita.

Hari dimana harta dan anak tidak lagi berguna, kecuali pemilik hati yang bersih dan suci.

Abu Syirin Al-Hasan

Check Also

Hadis Ghadir Khum dan Macam-Macam Redaksinya

Hadis Al-Ghadir adalah hadis yang disampaikan oleh Rasulullah saw di Ghadir Khum, setelah haji wada’, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *