Home / Sirah / Manipulasi Sejarah Berkenaan dengan Usia Sayidah Khadijah Ketika Menikah dengan Nabi SAW (1)

Manipulasi Sejarah Berkenaan dengan Usia Sayidah Khadijah Ketika Menikah dengan Nabi SAW (1)

Yang kita dapati dalam kitab Shahih Bukhari misalnya, Aisyah meriwayatkan lebih dari 2000 hadits dari Nabi. Namun bandingkan dengan siti Khadijah yang hidup bersama Nabi, satu-satunya istri Nabi selama 25 tahun dan ada 10 tahun disaat Muhammad telah diangkat menjadi Nabi, dalam shahih Bukhari hadits yang beliau riwayatkan tidak lebih dari 25 buah hadits. Menurut kamu ada apa ini? Mengapa periwayatan dari siti Khadijah disensor sedemikian rupa?.

Hari wafat Siti Khadijah hanya berselang beberapa hari dengan wafatnya Abu Thalib paman dan pelindung Nabi Saw. Karena kepergian dua orang yang begitu dikasihinya, Nabi menyebut tahun kesepuluh bi’tsat sebagai tahun kesedihan.

Namun berlepas dari musibah yang menimpa Rasulullah dengan kepergian istri terkasihnya dan paman yang sangat dicintainya, musibah turut pula menimpa kaum muslimin dengan adanya penyelewengan sejarah berkenaan dengan kehidupan dua kekasih Rasulullah tersebut dan perannya dalam penyebaran Islam. Abu Thalib oleh rekayasa sejarah disebut mati dalam keadaan kafir, sementara siti Khadijah dikecilkan keberadaannya.

Berikut adalah wawancara wartawan ABNA dengan Hujjatul Islam wa Muslimin Ustad Najmuddin Tabasi, pakar sejarah Islam yang bermukim di Qom Iran yang akan membeberkan fakta-fakta sejarah yang sengaja disembunyikan berkenaan dengan keutamaan Hadhrat Khadijah yang hari kesepuluh Ramadhan ini kita peringati syahadahnya.

ABNA: Malam Ini, malam kesepuluh Ramadhan dan malam yang dikenal dalam tarikh Islam sebagai malam wafatnya Ummul Mukminin Hadhrat Khadijah Kubra (sa). Bolehkan anda menyampaikan, apa yang dirasakan dan dilakukan Nabi dan putrinya Az Zahra pada malam itu?

-Bismilllahirrahmanirrahim. Almarhum Syaikh Haji Abbas Qomi meriwayatkan dalam kitabnya Hadhrat Khadijah dimalam ia hendak berpulang, ia berkata kepada Rasulullah Saw suaminya tercinta, “Ya Rasulullah, saya hendak menyampaikan beberapa hal kepadamu. Pertama, maafkan saya karena keterbatasan pengetahuanku tentangmu sehingga saya sering memperlakukanmu tidak selayaknya, pengabdianku padamu banyak cela dan cacatnya.” Nabi menanggapi, “Tidaklah demikian istriku. Kamu telah melakukan semua yang semestinya kamu lakukan.”

Siti Khadijah melanjutkan, “Yang kedua, dengan kepergianku putri kita akan mejadi yatim. Saya amanahkan putri 3 tahun ini untuk anda jaga baik-baik.”

“Yang ketiga, saya malu menyampaikan langsung kepadamu. Dengan penuh rasa hormat, saya meminta kepadamu ya Rasulullah, bawa putriku kesini dan biarkan kami berdua, aku hendak menyampaikan satu hal padanya yang kemudian disampaikannya kepadamu.” Nabi memenuhi permintaan istrinya tersebut. Dibawanya Fatimah disisi istrinya itu. Lalu meninggalkan mereka berdua. Fatimah mendekatkan telinganya ke bibir bunda tercintanya. Dengan kekuatan yang tersisa siti Khadijah berkata, “Anakku, sampaikan kepada ayahmu. Saya telah menyerahkan semua yang saya miliki untuk perjuangan di jalan Islam, sampai saya tidak lagi memiliki uang yang tersisa untuk membeli kain kafan. Saya takut dengan azab kubur, saya ingin pakaian yang ayahmu kenakan digunakan sebagai pengganti kain kafan untuk membungkus jasadku sehingga saya bisa aman dari siksa kubur.”

Siti Fatimah menyampaikan permintan ibunya tersebut kepada Nabi. Dengan penuh rasa sedih, Nabi Saw menyanggupinya. Namun tiba-tiba Malaikat Jibril as datang dan berkata, “Allah Azza wa Jalla berfirman, karena Khadijah telah mengorbankan dan mempersembahkan semua harta yang dimilikinya di jalan-Ku, maka sudah selayaknya Kami berikan padanya kain kafan.” Demikianlah, sesaat setelah wafatnya, jasad mulia Siti Khadijah dibungkus dengan kain kafan yang berasal dari surga. Nabi Saw tetap memenuhi permintaan istrinya. Beliau mendirikan shalat malam dan menghadiahkan pahala-pahala ibadahnya untuk istrinya. Dengan demikian, siti Khadijah dibungkus dengan dua kain, kain dari surga dan kain dari pakaian Rasulullah, kemudian dimakamkan dengan penuh pemuliaan.

Bersambung…………..

Check Also

Sejarah Penggunaan Hijab

Pengetahuan saya tentang sejarah tidaklah sempurna. Kita baru bisa memberikan pandangan tentang berbagai budaya suku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *