Home / Sirah / Riwayat tentang siapa Pembunuh Sahabat Usman bin Affan

Riwayat tentang siapa Pembunuh Sahabat Usman bin Affan

Riwayat Bahwa Pembunuh Usman Adalah Sahabat Nabi

Siapasebenarnya yang membunuh Usman?. Pertanyaan ini sejak dulu telah menimbulkan kontroversi yang berkepanjangan bahkan menyulut terjadinya perperangan di kalangan Umat Islam. Masalah ini tentu tidak akan mudah dipecahkan begitu saja, sejauh ini memang sangat sulit atau tidak memungkinkan untuk menunjuk satu orang yang bertanggungjawab atas terbunuhnya Usman RA. Walaupun begitu kami akan mencoba mengurai benang kusut dan menunjukkan bahwa salah satu pembunuh Usman yaitu salah satu dari mereka yang mengepung Usman dan menerobos rumah Usman RA adalah seorang Sahabat Nabi.

Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah 7/208 berkata dalam Bab Peristiwa Terbunuhnya Usman bin Affan

وروى ابن عساكر عن ابن عون أن كنانة بن بشر ضرب جبينه ومقدم رأسه بعمود حديد فخر لجنبيه وضربه سودان بن حمران المرادي بعد ما خر لجنبه فقتله وأما عمرو بن الحمق فوثب على عثمان فجلس على صدره وبه رمق فطعنه تسع طعنات وقال أما ثلاث منهن فلله وست لما كان في صدري عليه

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Aun bahwa Kinanah bin Bisyr memukul rusuk dan ubun-ubun Usman dengan besi sehingga Beliau tersungkur disebelahnya. Lalu Saudan bin Humran Al Murady memukul lagi hingga beliau terbunuh. Kemudian Amr bin Hamiq melompat ke dada Usman dan pada saat itu beliau menghembuskan nafas yang terakhir lalu ia menikam Usman dengan sembilan tikaman seraya berkata “Adapun tiga tikaman karena Allah dan enam tikaman karena dendam di dalam dadaku”.

Dari penjelasan Ibnu Katsir ini dapat diketahui bahwa salah satu dari pembunuh Usman adalah Amr bin Hamiq dimana mengenai dia Ibnu Katsir dalam Al Bidayah Wan Nihayah 8/48 berkata

عمرو بن الحمق بن الكاهن الخزاعى أسلم قبل الفتح وهاجر وقيل إنه إنما أسلم عام حجة الوداع وورد فى حديث أن رسول الله دعا له أن يمتعه الله بشبابه فبقى ثمانين سنة لا يرى فى لحيته شعرة بيضاء ومع هذا كان أحد الأربعة الذين دخلوا على عثمان

Amr bin Hamiq bin Kahin Al Khuza’i memeluk islam sebelum Fathul Makkah dan peristiwa Hijrah dan ada pula yang mengatakan kalau ia memeluk islam pada Haji wada. Diceritakan dalam suatu hadis bahwa Rasulullah SAW berdoa untuknya “semoga Allah memberimu usia yang baik” Ia hidup sampai berumur 80 tahun dan tidak ada sehelaipun uban di janggutnya. Ia adalah salah satu dari empat orang yang menerobos rumah Usman.

Jika melihat sekilas apa yang dikatakan oleh Ibnu Katsir ternyata Amr bin Hamiq adalah salah seorang yang masuk menerobos rumah Usman ketika terjadi pengepungan terhadap Usman RA. Secara tersirat Amr dikatakan oleh Ibnu Katsir adalah seorang sahabat Nabi. Berikut penjelasan yang lebih tegas bahwa Amr bin Hamiq adalah seorang sahabat

Amr bin Hamiq Al Khuza’i adalah salah seorang dari Sahabat Nabi SAW. Disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Al Isabah 4/623 no 5822, At Tahdzib juz 8 no 37 dan At Taqrib1/733 bahwa dia adalah seorang sahabat Nabi dan hadisnya diriwayatkan dalam Sunan Ibnu Majah dan Sunan An Nasa’i. Adz Dzahabi dalam Al Kasyf no 4146 berkata “Amr bin Hamiq Al Khuza’i seorang sahabat Nabi”.

Ibnu Abi Hatim berkata dalam Al Jarh Wat Ta’dil juz 6 no 1248

عمرو بن الحمق له صحبة

Amr bin Hamiq seorang Sahabat Nabi

Jadi dapat disimpulkan bahwa salah seorang dari mereka yang mengepung Usman dan menerobos rumah Usman serta diriwayatkan ikut serta dalam membunuh Usman adalah seorang Sahabat Nabi yaitu Amr bin Hamiq Al Khuza’i

Sebelum mengakhiri tulisan ini kami akan menyorot sebuah tulisan dalam kitab yang sepertinya begitu dibanggakan oleh para Salafiyun yaitu Kitab Tanzihu Khalil Mu’minin Muawiyah bin Abi Sufyan Min Dzulmi Wal Fisqi Fi Mutholabatihi bi Dami Amirul Mu’minin Utsman bin Affan oleh Al Qadhi Abu Ya’la Muhammad bin Husain Al Fara’ Tahqiq Syaikh Abdul Hamid bin Ali Al Faqihi. Kitab ini telah diterjemahkan oleh para Salafiyun dalam edisi bahasa Indonesia yang berjudul Meluruskan Sejarah Tragedi Terbunuhnya Usman bin Affan. Dalam hal 14 kitab tersebut disebutkan

Pada tahun 33 H, sebagian penduduk Kufah yang tersohor adalah Al Asytar An Nakha’i, Kumail bin Ziyad, Amr bin Hamiq Al Khuza’I dan Sho’shoah bin Sauhan berbicara di hadapan Al Qurra’(golongan kedua) dan pemuka masyarakat dengan pembicaraan yang sangat jelek dan keji yang berisikan celaan terhadap Usman serta celaan terhadap kebijakan dan system pemerintahan yang dijalankannya. Merekapun mencela Gubernur Kufah dengan anggapan bahwa tindakan tersebut adalah amar ma’ruf nahi munkar . Karena inilah mereka diusir oleh Usman ke Syam. Di Syam inilah mereka menulis surat kepada orang-orang yang sepaham dengan mereka baik yang berada di Bashrah, Mesir maupun Kufah.

Sang Penulis menunjukkan bahwa Amr bin Hamiq adalah orang yang berbicara dengan pembicaraan yang sangat jelek dan keji serta berisi celaan terhadap Usman. Padahal sudah jelas bahwa Amr bin Hamiq adalah sahabat Nabi.

  • Ini berarti seorang Sahabat Nabi mencela sahabat lainnya dengan jelek dan keji.
  • Bahkan sang penulis mengatakan kalau Amr adalah salah seorang yang menulis surat kepada orang-orang Bashrah, Mesir dan Kufah. Anehnya di saat lain penulis mengatakan kalau surat tersebut dibuat oleh orang-orang munafik untuk memprovokasi orang banyak agar menentang Usman. (sp)

 

Check Also

Pelaknatan Bani Umayyah Kepada Imam Ali As Tercatat Dalam Berbagai Literatur Sejarah

Muawiyah adalah seorang yang sangat licik yang menggunakan segala cara untuk sampai pada tujuan. Ia …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *