Home / Tabayun / Kedudukan Hadis “Aku Tinggalkan Kitab Allah dan Sunahku Agar Tidak Sesat”

Kedudukan Hadis “Aku Tinggalkan Kitab Allah dan Sunahku Agar Tidak Sesat”

 

إني خلـّفـت فيكم شيئين، لن تضلوا بعدهما أبدا، كتاب الله وسنتي

Aku tinggalkan pada kamu dua hal yang jika kamu pegang teguh pasti kamu  tidak akan sesat selamanya yaitu Kitabullah dan SunahKu

Hadis dhaif jiddan(sangat lemah). Dikeluarkan oleh Malik dalam Al Muwatta II/899 dan Al Hakim I/93. Dalam Al Muwatta, hadis ini dikeluarkan Malik tanpa sanad sehingga terputus dua perawi atau mu’dal. Hadis mu’dal adalah hadis yang sangat dhaif. Dikeluarkan oleh Al Hakim dengan dua jalur. Jalur pertama di dalamnya ada Ibnu Abi Uwais dan Ayahnya, disebutkan dalam At Tahdzib kalau Ibnu Main, Abul Qasim Al Alkaiy dan An Nasai mendhaifkannya. Ia dan ayahnya suka mencuri hadis, Ia dikatakan berdusta dan tertuduh membuat-buat hadis. Jalur kedua didalamnya ada Shalih bin Musa yang dikenal dhaif. Ia didhaifkan Ibnu Main, Abu Hatim, An Nasai, Ibnu Hibban dan Al Bukhari. Disebutkan dalam At Taqrib kalau Shalih bin Musa itu matruk dan Adz Dzahabi menyebutnya wahin(lemah) dalam Al Kasyf. Al Hakim tidak meshahihkan kedua jalur yang ia keluarkan bahkan ia berkata hadis ini gharib(asing) dan begitu pula Adz Dzahabi mendiamkannya, tetapi dalam At Tattabu’ Syaikh Muqbil Wadi’i melemahkan kedua jalur tersebut. Hadis ini bahkan dinyatakan maudhu'(palsu) oleh Sayyid Habib bin Ali As Saqqaf dalam kitab beliau Syarh Aqidah Ath Thahwiyah

 

Kekeliruan Syaikh Al Albani

Syaikh Al Albani melakukan kekeliruan yang fatal mengenai hadis ini. Beliau menyatakan shahih hadis ini dalam kitabnya Shahih Jami’us Saghir no 3923. Hadis tersebut adalah riwayat Abu Hurairah yang didalamnya ada Shalih bin Musa yang dilemahkan oleh para ulama pakar hadis. Al Haitsami berkata tentang hadis Abu Hurairah ini dalam Majma Az Zawaid 9/256 no 14958

رواه البزار وفيه صالح بن موسى الطلحي وهو ضعيف

Diriwayatkan oleh Al Bazzar, di dalamnya ada Shalih bin Musa At Thalhy dan ia dhaif.

Selain itu Syaikh Al Albani juga melakukan kekeliruan lain dengan menyatakan hasanhadis riwayat Malik dalam Misykat Al Mashabih. Hadis Malik sudah jelas mu’dal dan dikeluarkan tanpa sanad dalam Al Muwatta sehingga tidak mungkin bisa dikatakan hasan. Jika alasan beliau adalah hadis Malik didukung oleh hadis penguat lain maka telah disebutkan bahwa hadis penguat yang ada, sanadnya sangat dhaif dan tidak mungkin mengangkat derajat hadis Malik sebagai hasan.(sp)

Check Also

Menjawab Tudingan Bahwa Imam Ali Pernah Sholat Dalam Keadaan Mabuk

Apakah Ali bin Abi Thalib Shalat Sambil Mabuk? Tulisan ini sekedar meluruskan ulah beberapa situs …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *