Home / Taqrib / Allah SWT Memerintahkan Rasulullah SAW Mencintai Empat Sahabat

Allah SWT Memerintahkan Rasulullah SAW Mencintai Empat Sahabat

Allah SWT Memerintahkan Rasulullah SAW Mencintai Empat Sahabat

Diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW mengatakan kalau Allah SWT memerintahkan Beliau untuk mencintai empat orang sahabat dan Rasulullah SAW juga diberitahu bahwa Allah SWT mencintai keempat sahabat tersebut. Para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW siapakah keempat sahabat yang mendapat keistimewaan seperti itu. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mereka adalah Ali RA, Abu Dzar RA, Miqdad bin Aswad RA, dan Salman Al Farisi RA.

Hadis ini diriwayatkan dalam Sunan Tirmidzi 5/636 no 3718, Sunan Ibnu Majah 1/53 no 149, Musnad Ahmad 5/351 no 23018, Mustadrak Al Hakim 3/130 no 4649, Al Kuna Al Bukhari 1/31 no 271 dan Tarikh Ibnu Asakir 21/409. Berikut hadis riwayat Tirmidzi

حدثنا إسماعيل بن موسى الفزاري ابن بنت السدي حدثنا شريك عن أبي ربيعة عن ابن بريدة عن أبيه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم إن الله أمرني بحب أربعة وأخبرني أنه يحبهم قيل يا رسول الله سمهم لنا قال علي منهم يقول ذلك ثلاثا و أبو ذر المقداد و سلمان أمرني بحبهم وأخبرني أنه يحبهم

Telah menceritakan kepada kami Ismail bin Musa Al Fazari Ibnu binti As Suddi yang berkata telah menceritakan kepada kami Syarik dari Abi Rabi’ah dari Ibnu Buraidah dari Ayahnya yang berkata “Rasulullah SAW bersabda ‘Sesungguhnya Allah SWT telah memerintahkanKu untuk mencintai Empat orang dan Allah SWT memberitahuKu bahwa Dia pun mencintai Mereka. Para sahabat bertanya “Ya Rasulullah SAW tolong sebutkan nama-nama mereka”. Rasulullah SAW bersabda “Ali diantaranya (Beliau menyebutkan itu tiga kali) kemudian Abu Dzar, Miqdad dan Salman. Allah SWT memerintahkanKu untuk mencintai Mereka dan Allah SWT memberitahuKu bahwa Dia pun mencintai Mereka.

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnadnya

حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا بن نمير عن شريك ثنا أبو ربيعة عن بن بريدة عن أبيه قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ان الله عز و جل يحب من أصحابي أربعة أخبرني انه يحبهم وأمرني ان أحبهم قالوا من هم يا رسول الله قال ان عليا منهم وأبو ذر الغفاري وسلمان الفارسي والمقداد بن الأسود الكندي

Telah menceritakan kepada kami Abdullah yang berkata telah menceritakan kepadaku Ayahku yang berkata telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dari Syarik yang berkata telah menceritakan kepada kami Abu Rabi’ah dari Ibnu Buraidah dari Ayahnya yang berkata Rasulullah SAW bersabda “sesungguhnya Allah Azza wajalla mencintai empat orang dari sahabatKu. Allah SWT memberitahuKu bahwa Dia mencintai Mereka dan memerintahkanKu untuk mencintai Mereka. Para sahabat berkata “siapa mereka wahai Rasulullah?”. Rasulullah SAW  berkata “Ali diantaranya, Abu Dzar Al Ghiffari, Salman Al Farisi dan Miqdad bin Aswad Al Kindi.

Kedudukan Hadis

Hadis ini adalah hadis hasan shahih karena diriwayatkan oleh para perawi yang terpercaya. Ibnu Hajar dalam Al Ishabah 6/203 menyebutkan hadis ini dalam biografi Miqdad, beliau berkata setelah menyebutkan hadis ini

أخرجه الترمذي وابن ماجة وسنده حسن

Hadis ini dikeluarkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah dengan sanad yang hasan.

Dalam Musnad Ahmad Tahqiq Syaikh Ahmad Syakir dan Hamzah Zain no 22864 disebutkan bahwa hadis ini sanadnya hasan. Imam Tirmidzi berkata dalam Sunan Tirmidzi 5/636 no 3718

هذا حديث حسن لا نعرفه إلا من حديث شريك

Hadis ini adalah Hadis Hasan, tidak diketahui kecuali dari hadis Syarik

Al Hakim dalam Al Mustadrak no 4649 mengatakan bahwa hadis ini shahih sesuai dengan syarat Muslim. Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak mengatakan bahwa Imam Muslim tidak mengeluarkan hadis Abu Rabi’ah. Memang benar Abu Rabi’ah bukanlah perawi Muslim tetapi dia seorang yang tsiqat. Bagi kami hadis ini adalah hadis yang shahih dan para perawinya tsiqat, berikut keterangan mengenai perawi Tirmidzi dan Ahmad

  • Ismail bin Musa Al Fazari adalah seorang perawi yang jujur. Ibnu Hajar menyebutkan biografinya dalam At Tahdzib 1 no 606 bahwa Ibnu Hibban memasukkannya dalam Ats Tsiqat, An Nasa’I berkata “tidak ada masalah dengannya”. Abu Hatim dan Abu Daud menyatakan ia shaduq. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/100 memberikan predikat shaduq yukhti’u (jujur tetapi sering salah). Pernyataan ini keliru, dalam At Tahdzib Ibnu Hajar menyebutkan kalau Ibnu Hibban dalam Ats Tsiqat memberikan predikat yukhti’u tetapi kami temukan biografi Ismail dalam Ats Tsiqat juz 8 no 12444 tidak ada penyebutan yukhti’u. Oleh karena itu dalam Tahrir At Taqrib no 492 Syaikh Syu’aib dan Bashar Awad Ma’ruf memberikan predikat shaduq.
  • Ibnu Numair  adalah perawi yang tsiqat. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 6 no 110 menyebutkan bahwa ia telah dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Hibban, Ibnu Ma’in, Al Ajli dan Ibnu Sa’ad. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/542 menyatakan ia tsiqat.
  • Syarik bin Abdullah adalah perawi yang tsiqat. Ibnu Hajar menyebutkan dalam At Tahdzib juz 4 no 587 bahwa ia adalah perawi Bukhari dalam Ta’liq Shahih bukhari dan Muslim dalam Shahih Muslim. Syarik juga dinyatakan tsiqat oleh Ibnu Ma’in, Ibnu Sa’ad, Yaqub bin Syaibah, Al Ajli, Ibrahim Al Harbi, Ibnu Hibban dan Abu Dawud. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/418 memberikan predikat shaduq yukhti’u tetapi dalam Tahrir At Taqrib no 2788 disebutkan kalau Syarik shaduq hasanul hadis.
  • Abu Rabi’ah adalah perawi yang tsiqat. Disebutkan dalam Tarikh Ibnu Mainriwayat Ad Darimi 1/241 no 948 kalau Ibnu Ma’in menyatakan ia tsiqat. Imam Tirmidzi telah menghasankan hadis Abu Rabi’ah dalam Sunan Tirmidzi no 3718. Imam Bukhari menyebutkan biografi Abu Rabi’ah dalam Al Kuna 1/31 no 271 kemudian menyebutkan hadis di atas tanpa sedikitpun memberikan komentar cacat terhadapnya. Dalam Al Jarh Wat Ta’dil Ibnu Abi Hatim 6/109 no 575 disebutkan dalam biografi Umar bin Rabi’ah Abu Rabi’ah bahwa Abu Hatim menyatakan ia munkar al hadis dan Ibnu Ma’in menyatakan ia tsiqat (riwayat Darimi). Pendapat yang benar dalam hal ini adalah Abu Rabi’ah seorang yang tsiqah seperti yang dikatakan oleh Ibnu Ma’in sedangkan cacat yang diberikan Abu Hatim tidak layak diterima karena Abu Hatim dikenal suka berlebihan dalam mencacat orang. Oleh karena itu Jarh yang diberikan Abu Hatim jika ia menyendiri tidak dapat dijadikan hujjah ditambah lagi Tirmidzi menghasankan hadis Abu Rabi’ah dan Bukhari tidak memberikan cacat pada Abu Rabi’ah.
  • Abdullah bin Buraidah adalah tabiin yang tsiqat dan telah dijadikan hujjah oleh Bukhari dan Muslim. Ayahnya Buraidah RA adalah sahabat Nabi SAW. Ibnu Hajar dalam At Tahdzib juz 5 no 270 bahwa ia dinyatakan tsiqat oleh Abu Hatim, Ibnu Ma’in dan Al Ajli. Ibnu Hajar dalam At Taqrib 1/480 menyatakan ia tsiqat.

Anehnya walaupun hadis ini diriwayatkan oleh para perawi tsiqat, Syaikh Al Albani malah memasukkan hadis ini dalam Dhaif Sunan Tirmidzi no 3718 dan Dhaif Sunan Ibnu Majah no 149. Hadis ini jelas memiliki kedudukan yang shahih atau minimal hasan dan dalam hal ini Syaikh Al Albani sudah keliru mendhaifkan hadis ini. [sp]

Check Also

Teroris Identik Dengan Keyakinan Khawarij Yang Menafsirkan Ayat Secara Literal

Menurut ungkapan Imam Ali as, kaum Khawarij tidak merasa menyembunyikan untuk berbuat jahat. Hanya saja, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *