Home / Akidah / PETIKAN DARI BUKTI PENGUAT IMAMAH IMAM YANG AKAN MEWUJUDKAN KEBENARAN, PUTRA AL-HASAN

PETIKAN DARI BUKTI PENGUAT IMAMAH IMAM YANG AKAN MEWUJUDKAN KEBENARAN, PUTRA AL-HASAN

Diantara sekian bukti itu adalah bukti yang dituntut akal sehat melalui penyimpulan logis yang sahih bahwa disetiap zaman eksis seorang Imam yang maksum, sempurna dan tidak membutuhkan petunjuk serta ilmu orang lain, karena musahil bila mereka yang diberi tanggung  jawab tidak memiliki otoritas yang eksistensinya akan membawa mereka untuk semakin dekat dengan kebenaran dan semakin jauh dari kerusakan moral. Setiap orang yang tidak memiliki kualitas tertentu yang dibutuhkan, tentu membutuhkan orang yang akan menghukum penjahat, yang akan memperbaiki sikap orang durhaka, yang akan meredakan ulah kaum penggoda, yang akan memberikan pelajaran bagi kaum bodoh, yang akan mengingatkan orang-orang yang lalai, yang akan memberikan peringatan kepada orang-orang yang sesat, yang akan melaksanakan hukum pidana wahyu, yang akan melaksanakan syariat, yang akan melerai orang-orang yang berselisih, yang akan menunjuk pemimpin militer, yang akan menjaga daerah perbatasan, yang akan melindungi harta, yang akan menjaga negeri Islam, yang akan bersatu padu dengan orang-orang dalam berbagai masyarakat dan dalam berbagai kejadian penting.

Dasar pemikiran atau alasan utama yang memperkuat bukti bahwa dia terjaga atau terlindungi dari salah dan dosa adalah dia sendiri tidak memerlukan seorang Imam. Kondisi ini tak syak mengharuskannya terjaga dari dosa, menuntut adanya penjelasan tertulis sebagai bukti, dan juga mengharuskannya memiliki mukjizat untuk membedakan dirinya dan orang lain. Tidak dimilikinya kualitas-kualitas ini oleh setiap orang kecuali dia yang Imamahnya diperkuat dan ditegaskan oleh para pengikut Al-Hasan bin Ali (Al-Askari)as dan dia itu adalah putra Al-Hasan Al-Askari, Al-Mahdi (Orang yang diberi petunjuk) didasarkan pada apa yang sudah kami jelaskan. Ini merupakan sebuah prinsip bahwa Imamah membutuhkan dukungan riwayat penunjukkan sebagai Imam dan riwayat tentang kualitas-kualitas Imam sehingga dia yang memiliki tanda-tanda sebagai Imam dan ditunjuk dapat diterima kebenaran atau keabsahan Imamahnya melalui penyimpulan logis dan akal sehat.

Banyak riwayat yang kuat dan sahih yang akan dituliskan selanjutnya berkenaan dengan penunjukkan putra Al-Hasan Al-Askari as sebagai Imam, sehingga tak ada lagi alas an untuk tidak menerima Imamahnya.

Bersambung…

Sumber

Al-Mufid, Syaikh.2007.  Jakarta: Lentera.

Check Also

Manipulasi Sejarah Berkenaan dengan Usia Sayidah Khadijah Ketika Menikah dengan Nabi SAW (2)

Baca juga Manipulasi Sejarah Berkenaan dengan Usia Sayidah Khadijah Ketika Menikah dengan Nabi SAW (1) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *