Home / Akidah / Beberapa nasihat Imam Ali as tentang Dunia dan Akhirat

Beberapa nasihat Imam Ali as tentang Dunia dan Akhirat

  1. Imam Ali as menggambarkan dunia dan memberikan peringatan kepada kita tentang dunia.

 

“Dunia itu seperti ular, lunak kalau disentuh namun sangat berbahaya sengatannya. Karenanya, hindarilah hal-hal di dalamnya yang memikatmu, karena sangat singkat masanya bersamamu. Kenalilah apa yang ada di dalamnya, sembari berhati-hati dan waspadalah kalau mau memilikinya. Karena, ketika orang yang memiliki berupaya memperoleh kenikmatan dan kenyamanan dari dunia, dunia menjauhkannya dari kenikmatan dan kenyaman itu dan membawanya ke hal-hal yang tidak disukai.

 

  1. Imam Ali as mengatakan tentang persiapan diri untuk kehidupan akhirat, bertemu Allah SWT serta tentang amal salih.

 

Setiap malam ketika orang-orang berangkat tidur, Imam Ali as berseru dengan suara yang dapat didengar oleh semua orang yang ada di masjid dan sekitarnya.

“Persiapkanlah diri kalian, semoga Allah  melimpahkan rahmat kepada kalian, karena kalian telah diseru untuk mengarungi perjalanan menuju Dia. Berikanlah sedikit saja perhatian kepada soal tinggal di dunia, dan berpalinglah (kepada Allah) dengan sebaik-baik bekal. Karena di hadapan kalian terbentang jalan kecil, gunung yang sulit didaki dan tempat perhentian yang menakutkan. Orang yang menempuhnya dan berhenti di sana tak bisa meninggalkannya. Hanya dengan rahmat Nya kalian dapat selamat dari kengeriannya. Setelah kehancuran tak akan ada arogansi, rasa penting diri, rasa super diri, rasa terlalu percaya diri. Betapa menyedihkan orang yang sembrono ternyata hidupnya menjadi saksi yang memberatkan dirinya, dan (dosa-dosa yang dilakukan semasa) hidupnya akan membawanya ke penderitaan yang disiapkan Allah (untuk orang-orang seperti dia). Hati-hati jangan sampai menjadi orang yang melecehkan rahmat, yang tak akan selamat dari siksa setelah mati. Kita ada hanya karena Dia dan untuk Dia dank arena kemurahan hati-Nya. Dia maha kuasa atas segala sesuatu.

 

  1. Nasihat Imam Ali as untuk hidup zuhud di dunia dan upaya berbuat demi akhirat

“Wahai keturunan Adam, jangan sampai sebagian besar perhatianmu berupa apa yang terjadi padamu hari ini. Karena, kalau hari ini berlalu, hari tersebut tidak dimaksudkan untukmu. Perhatianmu mestilah kepada hari-hari yang akan kamu hadapi, bahwa Allah SWT akan memberimu bekal untuk menghadapinya. Ketahuilah, engkau tidak tidak akan pernah memperoleh sesuatu yang buka rezekimu, kecuali sebagai orang yang mengurus sesuatu untuk orang lain. (Jika) bagian hartamu di dunia ini melimpah, maka tak lama kemudian ahli warismu akan mengambil alihnya, dan perhitunganmu di Hari Kebangkitan akan panjang. Berbahagialah dengan apa yang telah engkau miliki, dan siapkan bekal untuk hari ketika kamu kembali (kepada-Nya). Perjalannya panjang, hari pertemuannya hari Kebangkitan, tujuannya surga atau neraka.”

 

Orasi lain Imam Ali as yag serupa dengan di atas, masyhur di kalangan ulama dan diabadikan oleh orang-orang yang mengerti dan arif

“Wahai manusia, dunia telah memberitahukan kepergiannya dan kini telah siap untuk pergi. Akhirat sudah dekat dan telah memberitahukan kedatangannya. Sungguh hari ini (seperti) hari saat kuda-kuda disiapkan (untuk berpacu), dan esok (seperti) hari berpacu. Nasib si pemenang adalah surga, sementara yang kalah adalah neraka.

Kalian berada di hari-hari persiapan (bagi manusia), di belakang manusia kematian memburu. Siapa pun yang mengabdikan perbuatannya untuk Allah SWT, maka harapannya akan menjadi kenyataan. Sedangkan siapa pun yang perbuatannya (di dunia) menghalangi dirinya mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian, maka perbuatannya di dunia akan sia-sia dan harapannya hancur.”

 

“Berbuat baiklah untuk mendapatkan apa yang diinginkan dan menjauhkan apa yang ditakutkan. Jika apa yang diharapkan datang, maka bersyukurlah kepada Allah SWT dan tambahkan pada apa yang dikhawatirkan. Jika apa yang dikhawatirkan menimpa, maka ingatlah kepada Allah SWT dan tambahkan apa yang diharapkan. Allah SWT mengizinkan orang yang berbuat baik untuk menikmati kebaikan. Bagi orang yang bersyukur kepada Nya, Dia lipat gandakan rahmatNya. Tak ada simpanan yang sebaik simpanan untuk suatu hari yang untuk hari itu semua simpanan disimpan, suatu hari ketika dosa-dosa besar dikumpulkan dan niat hati diperiksa. Aku tak pernah melihat orang yang mengharap surga dan orang yang berusaha kerasa menghindar dari neraka tidur pulas.”

 

“Orang yang tidak mendapat manfaat dari keyakinan, maka akan mendapat mudharat dari keraguan. Orang yang kehadiran hati dan pandangannya tidak memberikan manfaat kepadanya, maka ia akan memperoleh akhir yang menyedihkan. Kalian telah diperintahkan untuk melakukan perjalanan ( ke akhirat) dan dituntun dengan bekal (untuk melakukan perjalanan itu). Ada  2 hal yang membuat aku sangat mengkhawatirkan kalian yakni mengikuti hawa nafsu dan menunda-nunda (amal salih) karena bermimpi. Karena mengikuti hawa nafsu akan menghalangi orang untuk mendapatkan kebenaran, sementara menunda-nunda karena bermimpi akan mebuat orang lupa (perlunya berama salih untuk ) akhirat. Sungguh dunia ini sudah mulai bergerak menjauh (dari kita), sementara akhirat sudah mulai bergerak mendekati (kita). Dunia dan akhirat punya pengikut. Oleh sebab itu, sebisanya jadilah pengikut akhirat, dan jangan menjadi pengikut dunia. Hari ini adalah (hari) untuk beramal salih tanpa adanya perhitungan, sedang esok adalah (hari) untuk perhitungan tanpa (adanya kesempatan untuk melakukan ) amal salih.”

 

Sumber

Al-Mufid, Syaikh.2007.  Jakarta: Lentera.

 

Check Also

Ilmu Imam Ali Di Atas Semua Sahabat Nabi Yang Lain dan Bukti Imam Ali Adalah Pintu Kota Ilmu

Siapa yang tidak mengenal Imam Ali?. Beliau adalah Ahlul Bait yang terkenal dengan kemuliaan dan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *