Home / Taqrib / Amalan Penduduk Madinah Yang Jarang Diketahui 

Amalan Penduduk Madinah Yang Jarang Diketahui 

Mazhab Maliki salah satu dari empat mazhab fiqih Sunni yang populer. Mazhab ini diasaskan oleh Malik bin Anas (w. 179 H). Ia seorang ulama Madinah dalam bidang fiqih dan hadits.

Salah satu yang dijadikan hujjah/dasar hukum dalam mazhab Maliki adalah amalan penduduk Madinah. Alasannya, dilandaskan pada kondisi sosial masyarakat Madinah pada saat itu, yang mana mereka ahli waris tradisi generasi sebelum mereka sampai kepada masa Rasulullah Saw.

Dengan kata lain, sebenarnya -menurut Malik- apa yang diamalkan oleh penduduk Madinah pada masa itu tidak lain kecuali pengejawantahan dari sunnah-sunnah Rasulullah Saw. Makanya posisinya lebih tinggi dari hadits Ahad. Untuk perinciannya bisa dibaca dalam kitab Tartib al-Madarik wa Taqrib al-Masalik li Ma’rifah A’lam Madzhab Malik karya Qadhi ‘Iyadh.

Nah, apa diantara amalan penduduk Madinah di masa lampau? Dalam kitab Tarikh Abi Zur’ah, halaman 319, dinukil atsar salafush shalih berikut:

وحدثني عبد الرحمن بن إبراهيم عن عبد الله بن يحيى المعافري عن حيوة عن بكر بن عمرو أنه لم ير أبا أمامة – يعني ابن سهل – واضعا إحدى يديه على الأخرى قط، ولا أحدا من أهل المدينة، حتى قدم الشام، فرأى الأوزاعي، وناسا يضعونه

…dari Bakr bin ‘Amru bahwa ia tidak melihat Abu Umamah (yaitu Ibnu Sahl) meletakkan tangan yang satu di atas tangan yang lain (bersedekap) dan tidak pula ia melihat seorangpun dari penduduk Madinah yang melakukannya, sampai ia datang ke Syam maka ia melihat Al-Auza’i dan orang-orang melakukan sedekap.
______________

Pelajaran

Inilah hujjah/dasar hukum tidak bersedekap dalam mazhab Maliki . Mereka merujuk pada amalan penduduk Madinah. Jika ada yang menganggap Syi’ah sesat atau menyimpang dengan alasan tidak bersedekap, maka ia juga telah menganggap sesat mazhab Maliki dan penduduk Madinah masa lampau. (sholawat14)


______________

Referensi:

📔‘Abd al-Rahman bin ‘Amru bin ‘Abd Allah bin Shafwan al-Nashri, Tarikh Abi Zur’ah al-Dimasyqi, tahqiq: Khalil al-Manshur, cet. 1 (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1417 H/1996 M), no. 1785, hlm. 319.

Check Also

Cinta Tanah Air, Spiritualitas Membela Negara

Bela Negara Secara Umum Dalam konteks filosofi cinta adalah sebuah aksi atau kegiatan aktif yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *